Konser Kero Kero Bonito

Saya berkenalan dengan unit elektronik asal London ini pada tahun 2014 lewat debut album “Intro Bonito”. Sedikit kecolongan karena ternyata kuintet ini telah menelurkan mini album dan mixtape sebelumnya yaitu; “Why Aren’t You Dancing” di tahun 2013 dan “Bonito Recycling” di tahun 2014. Lalu pada tahun 2016 tepatnya di bulan Oktober lalu. Kero Kero Bonito merilis album penuh kedua mereka yang bertajuk “Bonito Generation”.

Siapa yang menyangka kuintet elektronik London ini berkesempatan menyinggahi Indonesia dalam rangka tur Asia 2016. Bekerjasama dengan British Council, Kero Kero Bonito menjadi penampil internasional pertama sepanjang sejarah Studiorama Live Session. Selain suguhan dari unit elektronik asal London Kero Kero Bonito, Studiorama Live Session #6 juga dimeriahkan oleh beberapa Local Heroes diantaranya adalah kuintet psikedelia ibukota Circarama, band shoegaze asal Bandung Heals, serta unit beraliran city pop asal kota Kembang Ikkubaru.

Acara dimulai dengan penampilan pembuka dari Circarama, unit psikedelia ini membawakan nomor-nomor yang ada di EP “Limustaqarrin Laha”: “Yellow Sun”, “I Don’t Mind”, “Kasuari”, “Trap” dan single teranyar mereka “Porcelain Sky”. Mereka juga tak lupa membawakan “Empty Room” yang merupakan lagu terlawas dan terfavorit. Disambung dengan penampilan dari Ikkubaru yang berkolaborasi visual dengan Anggun Priambodo. Penampilan Ikkubaru kala itu juga diiringi dengan beberapa penari latar yang memegang light stick mengikuti irama musik city pop yang dibawakan oleh Ikkubaru.

Screen di panggung menunjukan art work Kero Kero Bonito, meski belum terjadi perubahan apapun diatas panggung terkecuali crew yang sedang line check dan menyiapkan beberapa atribut KKB. Penonton berteriak, tepuk tangan tak sabar ingin melihat idola mereka tampil. Setelah beberapa lama Gus dan Jammie naik ke atas sambil mulai memainkan synth mereka, dilanjut Sarah yang menyapa penonton dengan sapaan “Selamat siang” walaupun salah namun penonton tidak ambil pusing karena pembawaaan jenaka dari Sarah Midory.

KKB menyapa penonton dengan lagu “Bonito Intro”, “Intro Bonito” yang disambung dengan lagu “Kero Kero Bonito” semua penonton bernyanyi dengan komando Sarah. “My Party”, “Flamingo”, “Sick Beat”, “Heard a Song”, “Break”, “Lipslap”, “Fish Bowl”, “Big City” dan “Trampoline” adalah sederet lagu-lagu yang dibawakan dan berhasil membuat suasana konser menjadi karaoke ceria. Sayang venue dan sound yang ada tidak begitu bagus, serta pencahayaannya pun sangat kurang. Beruntung penonton tidak memperdulikan itu, Kero Kero Bonito mengubah Rossi Musik menjadi Pesta disko elektronik dengan sedikit sentuhan nitendocore, dan otaku culture darurat yang sekejap menyenangkan.