Kero Kero Bonito Concert

Permintaan kalian terkabul: STUDIORAMA Live akan kembali hadir untuk kali keenam pada Sabtu (19/11) mendatang di Rossi Musik, Fatmawati, Jakarta. Bahkan kali ini—dengan dukungan dari British Council—bakal ada hal istimewa yang mengambil tempat, yaitu penampilan Kero Kero Bonito selaku pengisi acara mancanegara pertama dalam sejarah STUDIORAMA Live.

Kero Kero Bonito datang dari London, Inggris dengan personel yang terdiri dari Sarah Midori Perry (vokal), Gus Lobban (produser), dan Jamie Bulled (produser). Mereka mengaku mendapat pengaruh bermusik dari J-pop, dancehall, dan soundtrack video game. Dalam menyanyi atau melakukan rap, Perry menggunakan campuran bahasa Inggris dan Jepang.

Kero Kero Bonito merilis mixtape bertajuk Intro Bonito pada 2014 lewat label rekaman independen Double Denim Records. Lalu pada Oktober 2015 lalu, mereka melancarkan tur Amerika Utara perdana. Kini Kero Kero Bonito diprediksi bakal menjadi besar oleh berbagai media musik mancanegara, terutama berkat dirilisnya album penuh perdana Bonito Generation pada 21 Oktober lalu. The Fader memuji single mereka yang berjudul “Trampoline”: “Synth-pop riang semanis gula yang akan membuat pendengarnya tersenyum lebar.” Sementara itu, soal lagu “Graduation”, Stereogum menyatakan: “Satu lagi mutiara dari trio Inggris Raya ini.”

Meski begitu, STUDIORAMA tetap mempertahankan konten lokal nan segar dalam gelaran mereka. Tercatat ada tiga band dalam negeri yang akan tampil, yaitu Ikkubaru, Heals, dan Circarama.

Ikkubaru dibentuk di Bandung dengan referensi musik yang berkisar di antara pop Jepang dekade ’80-an; biasa disebut dengan istilah City Pop. Itu berarti ada pengaruh dari Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Toshiki Kadomatsu, dan lainnya. Fakta bahwa mereka telah beberapa kali menjalankan tur Jepang kemudian semakin membentuk karakter musik Ikkubaru yang tak memiliki padanan di Indonesia. Mereka sudah mempunyai satu album penuh bertajuk Amusement Park yang dirilis 2014 silam melalui Hope Your Smile Records dari Jepang.

Sementara itu, Heals terus menjadi buah bibir dalam beberapa tahun belakangan ini sebagai unit rock alternatif garis miring nu-gaze potensial. Semua bermula ketika barudak Bandung ini melepas single bermutu dengan judul “Void”. Karakter musik Heals yang meleburkan berlapis-lapis distorsi gitar dengan aliran vokal yang halus dan melodius membuat mereka kerap kali dibandingkan dengan band-band seperti My Vitriol, Tokyo Shoegazer, hingga Sunny Day Real Estate. Namun mereka memiliki agresi tersendiri yang membuat lagu-lagu Heals bercita rasa khas.

Lalu ada pula Circarama asal Jakarta. Sebagai penyembah The Beatles, mereka mengusung tipe psikedelia yang manis dan paham betul bagaimana merangkai komposisi yang sedap didengar. Ini dapat didengar pada album mini mereka, Limustaqarrin Laha (2016) yang dirilis via Helat Tubruk dan Nanaba Records, serta single bernas berjudul “Porcelain Sky” yang belum lama ini menyita perhatian kancah musik independen nasional.

Seperti gelaran STUDIORAMA Live sebelumnya, keempat band ini bakal tampil dengan iringan visual yang digarap oleh kolaborator masing-masing. Kero Kero Bonito dengan Rimbawan Gerilya, Ikkubaru dengan Anggun Priambodo, Heals dengan Ramaputratantra, dan Circarama dengan Rafaela Lisa. Sebelum gelaran STUDIORAMA Live #6, konsep kolaborasi band dengan kolaboratornya tersebut akan ditayangkan bertahap pada program STUDIORAMA session yang dipublikasikan lewat akun youtube STUDIORAMA. Dengan demikian, STUDIORAMA Live #6 dapat dipastikan mampu menyajikan suguhan audiovisual yang tidak bisa didapat di acara lain.

Selain band, STUDIORAMA Live #6 juga menyediakan suplaian musik dari para disc jockey eklektik ibu kota. Mereka adalah Django, Gerhan, dan komplotan W_Music.

Untuk menghadiri acara ini, khalayak bisa membeli presale FDC yang dipatok Rp 50 ribu secara eksklusif melalui GO-TIX.

Informasi lebih lanjut mengenai Konser Kero Kero Bonito